Hallo (cinta)

Hallo (cinta),
Sudah berapa lama ya tidak bertemu?

Satu bulan..
  Dua bulan..
    Tiga bulan..
      Empat bulan..
        Atau bahkan satu dekade..

Ada banyak kisah yang belum kuceritakan padamu. Tentu saja, bukan melulu tentang cinta disaat bersekolah dahulu. Bukan lagi saat sedang berbunga-bunga, dengan pipi memerah muda dan senyum malu-malu, serta degupan jantung serupa desing peluru saat harus kembali bertemu. Banyak memori yang kubiarkan berlalu, tanpa sempat ku abadikan padamu. Mungkin, aku hanya butuh jeda dalam mengingatmu.

Seringkali, kita menghabiskan waktu jumpa dengan sekedar bercerita. Bukan. Bukan saling bercerita seperti biasanya, karena kamu hanya sibuk mendengarkan saja. Aku berceloteh tentang banyak hal; impian-impian ku, kerianganku, sekalipun tindakan kekanak – kanakkan yang ku pikir hanya kau yang mau dan mampu mendengarkan dengan senyap. Dan kamu tak pernah bosan mendengarkan semua cerita, juga semua doa di sela-selanya.

Terkadang aku selalu memaksamu untuk menjadi pendengar yang baik. Mendengar celotehan yang bahkan jika aku rekam dan kuputar ulang kembali, aku pun belum tentu sanggup untuk bertahan mendengarkannya. Semua cerita itu benar-benar penting buatku, sepenting kehadiranmu mencintaiku dalam senyap. Karena cinta selalu sederhana. Selalu membersamai kala berduka.

Belakangan, betapa aku merindukan moment-moment penting kita bersama. Saat aku bersedih–kau coba diamkan ku, saat aku tertawa–kau coba redakan gelakku, bahkan disaat mataku mengeluarkan rinai hujan–kau setia dalam tatapmu. Dengan dua bola mata yang berbinar-binar bahagia, kau selalu berhasil memberikan sejuk dalam hatiku.

Katamu tiap kali aku melirikmu, “jangan ragu, merebahlah didekatku”. Lalu suatu hari kita berjalan bersama, kau ucapkan, “cukup langkahkan kaki perlahan saja”. Ya, memang aku harus terus melangkah, karena akupun belum sampai ditujuan akhirku, sesuai yang kujanjikan padamu.

Maka jika cinta ku menua suatu saat nanti, aku hanya ingin berdoa satuuuu saja pada Tuhanku, “Tuhan, maka jadikan aku sebagai pengingat yang baik, hingga aku terus selalu mengingat *password blog yang bahkan sudah 4 kali terlupakan ini. Dan jadikan aku untuk mampu mencintainya dengan baik. Agar akupun perlu mengabadikan kisahku selalu dalam remah remah kalimatku, disini, blogku tercinta.. ”

Hihihi ketepu daah! *disela-sela rindu yang baru tertuang hingga detik ini. Maafkan aku yang kerap menganggapmu tak ada, wahai blogku yang cantik _Gita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s