Surat untuk ibu (second version)

                                                          Medan,

Assalammu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Dear ibu yang sedang menanti kabarku dirumah.

Ibu tau? Surat ini sengaja ku hantarkan sebagai bentuk Terimakasihku padamu.

Ah..terimakasih!
Rasanya sepenggal kalimat itu tak kan cukup membuktikan seberapa besar jasamu, ibuku

Namun ibu, karena cintamu yang tiada berbatas, izinkanlah untuk tetap ku buktikan bahwa…..

Bahwa ibuku, andai ibu boleh memilih “Apakah ibu ingin tetap berbadan langsing sama saat ibu muda dahulu atau berbadan besar kerana mengandungku?”, Maka ibu akan tetap memilih mengandungku.
Sembilan bulan kan bu? Aku hidup di perut ibu, ibu bilang rasanya seperti “nano-nano”. Ada sakit, namun ibu memilih untuk senang menjalaninya.

Bahwa ibu, bila ibu boleh memilih ”untuk ibu berjuang melahirkanku”, Maka ibu tetap memilih berjuang melahirkanku.
Menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranku. Kata ibu, “saat itu seperti hidup dan mati  ibu, anakku”

Bahwa ibuku, hingga satu masa aku terbaring lemah dengan selang infus yang menghiasi tanganku, ibu memilih “untuk menggantikan posisiku, menanggung rasa sakit yang ku derita”
Kau tau ibu? saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua, Malaikat tersenyum diantara bulir pengorbanan yang coba kau berikan.

Bahwa ibuku, hingga aku mengecap 20tahun pun, tak pernah ibu biarkan ku dalam kesendirian

Allah, lindungilah ibuku dimanapun ia berada. Sayangi ia sebagaimana ia menyayangiku. Sehatkan ia, serta ridhoi lah hari-harinya, wahai tuhanku yang maha cinta

Doaku, moga mewakili hadirku disana.

Terimakasih ibuku, aku sangat menyayangimu.

Anandamu, Nagita

Wassalammu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

I B U *lomba

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

yang terkasih, ibuku yg sedang menantiku dirumah.

Ibu,apakabar?semoga اَللّهُ selalu memberi mu nikmat kesehatan ya bu.. Sudah lama kita tidak bertemu,masih kuatkah ragamu? Msh kokoh seperti dulu kah jiwa?semoga kekuatan dr اَللّهُ lah yg menjawab semua itu..

Ibu, betapa aku rindu.. Isak tangisku pun tak jua mampu meng-elakkan betapa aku ingin kau ada disini.. Mungkin saja kau marah padaku,betapa sering aku tak menelfonmu seperti teman2 ku yang lain,menelfon memberi tau segala keluh kesah bagi ibunya.. Maafkan aku ibu, bukan aku tak cinta tapi aku tak mampu ketika mendengar suaramu hati ini bagaikan runtuh, diterjang ombak kerinduan yg teramat sangat.. Aku takut, kekhwatiranmu akan menjadi2 ketika aku membagi keluh kesahku padamu..

Ibu.. Aku disini untukmu, merantau, memetik semua makna kehidupan tanpa mu di sampingku, aku disini di Medan juang ini untuk menuntut ilmu yg mungkin akan berbeda jika aku mendapatkannya hanya sekedar di kampung halaman kita..

Allah,
jikalau aku rindu pada ayahku, ingatkan aku pd seseorang yg bermandikan keringat,membanting tulang demi kehidupan ku..

Allah,
Jika aku rindu ibuku, sadarkan aku pd sosok yg mempunyai harapan besar terhadapku

Allah, Jika aku rindu adik2ku, ingatkan aku akan tugas yg ku emban sbg sorang kakak

Kau tahu ibu, itulah sepucuk Doa yang ku coba rangkai agar hati dan jiwa ku,bisa kuat,untuk jauh dri mu, krn kini aku bukan lg gadis kecilmu yang manja..

Terimakasih Ibu.

Nb ; honestly, this poem still being concept, cause i dont send it to the contest.

Merantau

Proses merantau ibaratnya peristiwa diferensiasi, kita mengikuti takdir kita (cell fate) yang telah terprogram di Lauhul Mahfudz. Termaktub dalam Al Qur’an surat Al An’aam ayat 59, Allah Swt berfirman ,”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)

Syair Imam Syafie:
“orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampong halaman,
Tinggalkan negerimu & merantaulah ke negeri orang,
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti daripada kerabat & kawan,
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.”

Saya ingin menjadi org yang berilmu, maka saya merantau..
Bengkalis-Medan next Turkey. *Bantu doa yak.. yakkkk.. prok prok prok jadi apa *loh

Dakwah ini..

“Dakwah adalah cinta” kata Rahmat Abdullah,
dan cinta akan meminta semuanya darimu. Sampai perhatianmu, berjalan, duduk, sampai tidurmu. Bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. -KH Rahmay Abdullah

Aku hairan dengan mereka yang meletakkan dakwah disatu sudut masa yang mereka gelar ‘kelapangan waktu’, ingin sekali aku bertanya, “adakah engaku benar-benar cinta pada Dia yang memberi engkau pada perasaan cinta ini? Apakah bukti kecintaanmu? Dimana letak pengorbananmu? Bagaimanakahndefinisi cinta bila kau hanya cinta pada masa kau lapang?”

Setangkup perasaan yang baru saja kurindui. Hingga aku terlupa bahwa jalan dakwah ini memang berliku.
Bahkan bila ada atau tidaknya diriku, pastilah dakwah itu tetap berjalan.
Namun sekali lagi, apakah syurga yang dijanjikan itu tidak menarik?

*comeback, comeback.. somebody knew what I mean*

Dear, Me!

Tips cantik *bakal mungut*

Bismillahirrahmaanirrahiim Ingin cantik alami, tanpa kosmetik, kerak kerik, ataupun operasi plastik? Ada rahasia turun temurun, warisan para leluhur wanita shalihah.

Tips make-up Cantik Ajaib. Rahasia agar setiap hari semakin cantik, menarik, senantiasa penuh energik. Cocok untuk segala usia, tua muda, remaja dewasa. *:

1. Usap seluruh wajah dengan bedak merk Air Wudhu, niscaya akan bercahaya sepanjang masa.

2. Gunakan pemerah pipi dari kosmetik Mustika Rasa Malu agar senantiasa terjaga iman.

3. Oleskan lipstik Kejujuran pada bibir, agar senantiasa manis dalam bertutuk kata. Serta tambahkan lip-gloss Tutur Kata Lemah Lembut agar bibir terlihat indah bercahaya.
Continue reading

Alhamdulillah iam muslim

Islam, adalah anugrah terbaik yang Ayah Ibu turunkan pada saya.  Tidak terbayangkan bagi saya, apabila terlahir di luar daripada Agama yang begitu indah ini.

Saya di atur, namun tidak di kekang.
Saya di nasehati, namun tidak di bentak.
Saya menangis, kemudian banyak yang menenangkan.
Saya tertunduk lesu, kemudian saya meminta dan saya dapatkan kedamaian.

Allooh berikan segala, hingga aku paham arti mencintaNya.
Allooh tunjukkan betapa, hingga aku terkesima melihat dunia.

Rerumputan yang hijau,
Continue reading

Financial planner

Kayaknya kalo saya jadi financial planner oke juga kali yak? Hekhek.. Begitulah,begitulah kira-kira sebagian tikungan cita-cita yang saya sabit setelah menonton tv berita siang ini. Singkat cerita, Financial plan itu adalah sistem/ cara kita untuk mengatur keuangan. Nah,plann(er) itu ‘Subject’ nya! Dan sekali lagi,kamu -blogku- dengan sengaja akan di manfaatkan sebagai ajang pendengar yang baik. Mau ya ya? Please? *kumat*

Continue reading

Masih bisakah kukatakan bahwa hatiku yg lebih bersedih?..

Terlalu egoisme,disaat kita sangat hanyut dlm kesedihan ditingglkan orang yg tiada, kemudian berlalu menjadi waktu yang lambat berputar,masa yg tidak bisa diulang..

Disaat kehilangan seseorang yang saya yakini,bukan untuk selama2ny.. Ketika kita kehilangan satu saja sosok yg tersyg,lalu tak terpikirkah oleh kita,bagaimana dg ia yg tlh meninggalkan?

Tak mampu lagi menatap org2 yg dicintai..
Tawa anak-cucu sudah tak terdengar kembali, cerita ttg dunia, bumi Alloh maha indah juga tak tercium lagi aroma nya..udara itu..dan semua hilang.
Lalu masih bisakah kita katakan bahwa kita lah yg paling sedih akan hal ini?

Belum lg hidup berkesendirian..
Siapa yg mnyiapkan minum dan makannya? Sedang didunia semua sudah tersedia baginya.

Berkompromilah dg hati,bahwa tangis hilang diri ini tak seberapa dibanding tangisan ia yg tlh meninggalkan.

Lalu biarkan saja doa2 itu mengalir laksana air jernih,menjadi pelepas dahaga, penolong disaat kita tak lagi berada di dunia yang sama.

Harapku, moga Alloh jdkan semua nyata, sakitmu sebagai penggugur dosa, amalmu sebagai penghantar mu pd Rabb-mu yg maha pemurah.

Perkenankan kami ya Rabb,mencecap syurga-Mu yg maha indah..selamat jalan duhai penghapus lara,mbah-ku tercinta..

#disela2 malam mengingat wajahmu, satu hari setelah mbah pergi.. 5 december 12

……

Anehnya mendung petang ini, buru2 saja aku mengkorelasi kan nya pada hati ini.
Tak ingin aku bercerita tentang keromantisan alam, maupun kesenduan gulita awan dilangit.

Aku hanya ingin bermain2 dengan alam pikirku.
Tentang 2 org yang penuh kasih sayang.

Bagaimana tidak?

Bersama keduanya, aku seolah2 lupa apa arti menjadi mandiri.
Bersama keduanya, aku menjadi takut dengan awan hitam yang bergumpal2 di langit malam.
Lucu saja, padahal saat bersendirian aku bisa melewatinya..

Nenek & mbah nti..
Ya, saya korelasi antara melayu & jawa..

Rindu?aah.. 5 huruf ini belum mampu mewakilkan perasaanku saat ini.

Ketika jemari tak lagi tergapaikan…
Senyap saja….

Tak ada lagi yang merespon kecengengan ku terhadap ayah-ibuku
Tak ada lg dua orang yang cepat2 mengabulkan keinginanku dalam sekejab
Tak ada lg yang mendongengkan aku tentang kisah kecil ayah-ibuku,lucu..tertawa di saat ending2 yang tak terduga.
Tak ada lg yang menyelimuti secara diam2
Tak ada lg yang membagi-bagikan guling
Tak ada lg yang tertawa gelak di saat kami menggeliat di dalam kejahilan
Juga tak ada lg yang mengusap2 pelan kepala kami

Aku bersedih, larut..
Bahwa kehilangan ku untuk satu-dua org ini saja tlh membuat ku kaku.
Namun adakah aku berfikir?bhw mereka lbh kehingalan semuany..
Anak,cucu,senyuman,juga tawa dunia..

Lalu tak kah aku berfikir siapa yg menemani ia tidur mlm ini?siapa yg tiba2 mengejutkan malam-malamnya?siapa yg dgn riang mengajak ny mengobrol seharian penuh?

Tanah,air,rumput..betulkah kau yg temani hari mereka?
Tidak..ku tak ingin hanya sekedar engkau wahai yg diciptakan oleh Tuhanku.
Duhai Allohku yg maha baik,tidak kah terlalu tinggi dengan harapku bahwa engkau akan memberikan mereka tempat terbaik?
Pencahayaan terbaik bahkan lebih indah dibanding lampion usang yg slalu kami gunakan sebagai peneman malam kami?

2december 2012, pkl 18.00 tepat dimana aku tdk mmpunyai satupun diantara mereka lg..

Mbahku selamat jalan,terimakasih sudh membrikan Ibu yg terbaik untukku..

Inalillahwainailahiroji’un..